logo
Inspektorat Jenderal
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia
"Menjadi Konsultan dan Katalisator Tata Kelola Pemerintahan dalam Negeri"

Berita / Berita Daerah / Mendagri: Saling Mengingatkan Salah Satu Kunci Terhindar dari Korupsi

Mendagri: Saling Mengingatkan Salah Satu Kunci Terhindar dari Korupsi

Berita Daerah | 27 September 2017 | View 127

Foto: Rangga/Humas Kemendagri

JAKARTA- Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo meminta kepada seluruh jajaran yang dekat dengan kepala daerah untuk saling mengingatkan. Salah satunya adalah yang terkait dengan area rawan korupsi. Ini sudah dilakukan di jajaran Kemendagri.

Imbauan ini muncul karena masih banyaknya kepala daerah yang tertangkap tangan oleh KPK. Menurut Tjahjo, komunikasi dan saling mengingatkan itu penting. Kepala daerah itu kata dia, ada biro hukum dan staf ahli yang bisa mengingatkan.

“Yang penting sesama aparatur pemerintah saling mengingatkan. Saya selalu diingatkan Kapuspen untuk tidak menerima tamu secara tertutup, terbuka saja. Dan tetap hati-hati. Ini kalau semua mengingatkan kan enak. Masing-masing punya peran dan tanggungjawab, saling mengingatkan pasti akan baik, ikuti aturan saja,” kata Tjahjo Kumolo di Jakarta, Senin (25/9) malam.

Termasuk juga peran inspektorat yang perlu ditingkatkan. Menurutnya, inspektorat jangan hanya melapor tetapi aspek penindakannya harus difokuskan. “Ini upaya membangun sistem pemerintahan yang bersih sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi,” tegasnya.

Mendagri mengajak kepada semua untuk memahami area rawan korupsi, jangan pernah menjanjikan apapun kepada pengusaha. “Ini termasuk untuk diri saya. Dengan maraknya OTT, saya juga harus hati-hati dan menghindari celah-celah yang dianggap rawan. Jangan pernah berbisnis apalagi menjanjikan kepada pengusaha,” pintanya.

Tjahjo pun yakin kepala daerah ini sudah tahu dan paham area rawan korupsi. Tapi dirinya, tidak bisa memantau yang memang tidak bisa dilihat secara kasat mata seperti godaan pihak ketiga dan godaan internal. “Ada yang kena, istri dan anaknya juga kena. Tapi saya yakin masih banyak kepala daerah yang bagus baik secara kinerja dalam membangun inovasi e-governmentnya, sehingga penghematan dan optimalisasi kerjanya juga baik,” ujarnya.

Ditanya apakah ini godaan karena kepala daerah ingin maju lagi sehingga mereka berupaya untuk mencari modal? Mendagri tidak membantahnya. Namun, menurutnya tidak semua seperti. Dalam rekrutmen partai sendiri, Tjahjo mengatakan sudah melalui tahap-tahap seperti ada pisikotes bagi calon kepala daerah. Setelah jadipun langsung ditanamkan ideologi dengan baik.

Dikutip dari : Puspen Kemendagri

VISITOR



POLING

POLING

SITUS KOMPONEN

Kementerian Dalam NegeriSekretariat Jenderal | Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum | Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan |Ditjen Otonomi Daerah | Ditjen Bina Pembangunan Daerah | Ditjen Bina Pemerintahan Desa | Ditjen Kependudukan dan Pancatatan Sipil | Ditjen Bina Keuangan Daerah | Inspektorat Jenderal | Badan Penelitian dan Pengembangan |Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia | Institut Pemerintahan Dalam Negeri